Tantangan Penjaga Harta Karun Dokumen Bangsa di Era Milenial

Tantangan Penjaga Harta Karun Dokumen Bangsa di Era Milenial

Dokumen sejarah bangsa dijaga bertahun-tahun oleh ANRI. Tantangannya adalah bagaimana mengajak generasi milenial untuk ikut peduli.

Hidup manusia termasuk generasi milenial, tidak bisa lepas dari arsip dari ijazah sampai sertifikat. Apalagi arsip negara yang penting dan berserakan, serta dimiliki orang per orang. Kesadaran meyelamatkan arsip bangsa terbilang rendah.

"Kita memang kesannya kerja kita adalah kerja diam, padahal tidak diam. Tetapi memang ini masalah yang paling krusial adalah masalah awareness, kesadaran," kata Plt. Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) M Taufik beberapa waktu lalu.

ANRI saat ini sudah melalui masa reformasi hingga demokrasi. untuk mengikuti dunia internasional yang sudah tersaji dalam teknologi informasi, kata Taufik di situlah kearsipan melekat.

"Tapi faktanya hari ini yang harus kita dorong bersama butuh orang-orang khusus dan memang berkonsentrasi kepedulian terhadap masalah arsip itu. Karena sejatinya arsip menyelimuti semua aspek kehidupan," jelas dia.

Bagaimana dengan kesadaran masyarakat saat ini? ANRI sudah melakukan survei pada tahun 2016 dengan program Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip dan itu dimulai dari pemerintahan, namun memang butuh proses panjang dan bertahap.

Arsip yang disimpan di ANRI memang sebagai memori kolektif nasional karena memiliki pengaruh berskala nasional. Disimpan melalui proses penyelamatan dan pelestarian, sehingga informasi di dalamnya dapat disajikan kembali ke masyarakat melalui kertas maupun digital.

"Artinya informasi yang ada di kearsipan bukan untuk dikubur. Dia harus dihidupkan kembali dan disajikan ke masyarakat membantu mencerdaskan anak bangsa. Mengubah pola pikir ini penting agar menjadi masyarakat yang archive minded atau ketergantungan membutuhkan informasi dari arsip seperti negara-negara maju dan butuh terus-menerus," urai Taufik.

"Di dalam arsip yang menyimpan informasi itu akan dibutuhkan oleh pelajar, peneliti, sejarawan atau penulis dan sebagainya. Semua elemen masyarakat boleh menggunakannya. Lembaga ini pun ada eksistensinya, ada kebermanfaatan bagi masyarakat," tambah dia.

Taufik mengaku tidak semua orang peduli terhadap arsip. Itulah yang harus didorong hari ini dengan memperjuangkan arsip itu lekat dengan kehidupan dan berarti sangat penting.

 

ANRI di zaman teknologi informasi

ANRI sudah menyikapi perkembangan yang pesat di era teknologi. Pihaknya telah membangun portal JIKN (Jaringan Informasi Kearsipan Nasional).

"Kaitannya dengan konfigurasi data secara nasional diakses masyarakat melalui internet bisa diakses dari manapun. Progresnya hampir separuh program dilakukan dan ke depan akan dilengkapi," jelas Taufik.

"Semua ini amanah UU Kearsipan pada lembaga ini. Semua butuh informasi realtime. Semua ini mengarah ke sana," imbuh dia.

Jadi semua arsip-arsip ini dapat diakses dari seluruh Indonesia atau di manapun jika terhubung dengan internet. Namun, perlu pemakluman karena portal JIKN diakui masih terbatas dan banyak kekurangan.


Source : https://travel.detik.com/travel-news/d-4672024/tantangan-penjaga-harta-karun-dokumen-bangsa-di-era-milenial